Below and Beyond

If serving is below you, leadership is beyond you.

Anonymous

Jalan paling cepat meraih kepemimpinan adalah melalui pelayanan. Terdengar aneh, tapi itu faktanya.

Seorang pendeta kaum muda memimpin perjalanan misi singkat sekelompok anak muda ke sebuah daerah miskin di Peru. Di tempat tujuan, sang pendeta diberi kehormatan untuk menempati satu-satunya ruangan paling nyaman yang ada disana, tapi ia menolaknya.

Bahkan ketika suhu udara berkisar 38°C, ia tidak memilih untuk berteduh di bawah pohon rindang atau santai minum coke dingin. Sebaliknya, ia justru mengambil kereta dorong beroda satu dan ikut serta membantu pembuatan jalan beton. Itu sebabnya pendeta itu disegani oleh penduduk Peru dan kelompok orang muda yang dipimpinnya. Mereka segan, karena ia mau bekerja keras bersama mereka.

Pemimpin yang besar mulanya terlihat sebagai pelayan, dan kenyataan sederhana itu adalah kunci dari kebesarannya.

Robert K. Greenleaf

Ketika dulu orang Israel membangun kembali tembok Yerusalem dalam kondisi yang berat dan berbahaya, pemimpin mereka, Nehemia, juga ikut ambil bagian dalam pembangunan dan penjagaan. Sebagai pemimpin, ia dipersilakan menikmati hidangan yang istimewa, tetapi ia menolak. Ia tidak seperti para pendahulunya. Sebaliknya, ia turut makan makanan yang sama seperti orang-orang lainnya.

Ada dua pilihan dalam kepemimpinan: tergoda untuk melayani diri sendiri atau memanfaatkan kesempatan untuk melayani orang-orang yang kita pimpin. Nehemia memilih untuk menjadi pemimpin yang melayani, dan itu membuatnya lebih dihormati.

Let us never forget that authentic power is service.

Pope Francis

[jetpack_subscription_form show_subscribers_total=”false” button_on_newline=”false” custom_font_size=”16px” custom_border_radius=”0″ custom_border_weight=”1″ custom_padding=”15″ custom_spacing=”10″ submit_button_classes=”” email_field_classes=”” show_only_email_and_button=”true” success_message=”Success! An email was just sent to confirm your subscription. Please find the email now and click ‘Confirm Follow’ to start subscribing.”]

1 thoughts on “Below and Beyond

  1. Yovita Wijaya says:

    Terima kasih Ferdie, semakin hari semakin keren aja tidak pernah capek capek nya, antara inovasi dan membangkitkan kembali yang lama , udah lama kagak blog-walking. Senang rasanya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *